Foto Terbaru sahabat-sahabat ku

dscn0680s

SELAMAT ULANG TAHUN YA………………!

dARI

aBaNG2 kaMoe

atheR

rAmdHAN

chOLID

eDIANtHO

rIVAI

MOGA sEMAKIn c AntIK DAN sMAKIN biak ap yaNg dI cita-CItakaN tERGAIAPy

…..

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

”””””””””””””””””””””””””””””””””’

………>>>>>>……………………………

jADILAH sETEs aIR dIDALAM kEHAUSAN dAN tERANG DALAM kEgelaPAn

sERTA

pELINDUNg PADA tERiKNYA

sINAR mENTARi

aTER…………….

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tradisi Megalitik Yang Masih Berlangsung di Nias Hingga Sekarang

Tradisi Megalitik Yang Masih Berlangsung di Nias Hingga Sekarang

Tradisi megalitik—salah satu produk budaya dari masa prasejarah—di Pulau Nias, Sumatera Utara, masih berlanjut dan hingga kini terus dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Kenyataan itu, antara lain, terlihat dalam sistem kepercayaan tentang asal- usul serta pemujaan terhadap arwah para leluhur.“Dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, keberadaan tradisi megalitik di Pulau Nias sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang berada di kampung-kampung, segala sesuatunya cenderung selalu berorientasi ke tradisi megalitik,” kata Harry Truman Simanjuntak, ahli arkeologi prasejarah dari Puslitbang Arkeologi Nasional.Ahli peneliti utama (APU) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) penyandang gelar profesor riset ini, Selasa (3/10), mengungkapkan hasil serangkaian penelitian Puslitbang Arkeologi Nasional bersama Institut de Recherche pour le Developpement (IRD) Perancis di Pulau Nias sejak tahun 2001.Kesimpulan awal yang bisa dirujuk dari artefak sisa kehidupan yang ditemukan di Goa Tögi Ndrawa, misalnya, Pulau Nias paling tidak sudah mengenal peradaban sejak 12.000 tahun lalu. Bahkan, ada indikasi proses migrasi dari Asia daratan ke Pulau Nias sudah terjadi sejak 30.000 tahun lampau. Secara umum, Pulau Nias memiliki sejarah hunian yang panjang. Temuan benda-benda arkeologis di daerah aliran Sungai Muzöi berupa artefak batu berkarakter paleolitik (alat batu dari masa berburu dan mengumpulkan makanan), kata Truman Simanjuntak, menunjukkan bahwa manusia telah hadir di wilayah ini sejak kala pleistosen. Artinya, “manusia Nias” ketika itu sudah mengenal peradaban sesuai dengan kerangka waktu masa paleolitik secara umum.“Dari serangkaian penelitian di beberapa situs di wilayah ini menghasilkan suatu asumsi bahwa memasuki kala holosen (setelah periode zaman es), manusia prasejarah yang tinggal di Nias mulai memanfaatkan lingkungan alam sekitar secara intensif,” ungkap Truman.Dibandingkan dengan temuan tradisi megalitik di daerah-daerah lain di Indonesia, memang ada banyak kesamaan dengan tinggalan yang ada di Nias. Namun, dilihat dari perspektif kajian arkeologi prasejarah, keberadaan tinggalan tradisi megalitik di pulau ini sangat menarik. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nias masih banyak ditemukan aktivitas yang berhubungan dengan tradisi megalitik.Di hampir setiap kampung, terutama kampung-kampung tua, kata Truman Simanjuntak, selalu ada arca yang menggambarkan cikal bakal nenek moyang mereka. Patung-patung yang merupakan simbol nenek moyang itu masih dipuja. Begitu pun pola hadap bangunan rumah dan kepercayaan pada folklor tentang asal-usul nenek moyang.“Ada kesan segala sesuatu berorientasi ke megalitik,” ujar Truman Simanjuntak.

By…. Ather………Posting By…….Kompas Online

tradisi-musikal-merupakan-tradisi-megalitik-yang-ada-di-indonesia

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tradisi Megalitik Di Indonesia

Tradisi Megalitik Di Indonesia

  1. Masa Pra-sejarah

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi; contohnya, dinosaurus biasanya disebut hewan prasejarah dan manusia gua disebut manusia prasejarah. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi.

Cara Masyarakat Prasejarah mewariskan masa lalunya.
Masyarakat prasejarah mewariskan masa lalunya dengan cara:
a). Melalui Keluarga, yaitu
– Melalui adat istiadat keluarga
– Melalui ceritera dongeng
b). Melalui Masyarakat, yaitu:
– Melalui adat istiadat masyarakat
– Melalui pertunjukan hiburan, seperti wayang
– Melalui kepercayaan masyarakat, yaitu Dinamisme, animisme, totemisme dan monoisme

Istilah-istilah yang perlu anda ketahui:
Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya (yang diwariskan dari generasi ke generasi), wilayah, identitas dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur.

  • · Animisme, yaitu kepercayaan kepada arwah nenek moyang
  • · Dinamisme, yaitu kepercayaan bahwa benda-benda disekitar kita memiliki jiwa atau kekuatan
    Totemisme, yaitu kepercayaan bahwa hewan-hewan tertentu disekitar kita memiliki kekuatan tertentu (gaib)
    Monoisme, yaitu kepercayaan terhadap kekuatan tertinggi yaitu Tuhan.
  • · Budaya, yaitu segala hasil akal dan budi manusia
  • · Adat istiadat, yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di dalam suatu masyarakat dan diakui semua pihak yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan.
    – Zaman Neozoikum, Masa ketika bumi dalam keadaan sempurna seperti sekarang

b. Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan
– Masa Berburu dan mengumpulkan makanan (Food gathering)
– Masa Beternak dan Bercocok tanam (Food Producing)
– Masa Perundagian atau industri

c. Berdasarkan Kebudayaan yang di tinggalkan
1). Zaman Batu, yaitu zaman kebudayaannya didukung dan dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang berwujud batu. Dibagi menjadi:
a). Paleolitikum (Zaman Batu Tua)
Ciri-cirinya adalah:
– Kebudayaan masih primitif dan sederhana
– Hidup berpindah-pindah (Nomaden)
– Berburu dan mengumpulkan makanan (food Producing)
– Terjadi 600.000 juta tahun yang lalu.
– Disebut juga dengan kebudayaan Ngandong dan Pacitan
Jenis manusia purba yang ditemukan adalah: Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis. Tokoh penemunya adalah Von Koenigswald (1935).
Alat-alat kehidupan yang ditemukan berupa:
– Alat-alat dari batu (Flakes)
– Kapak genggam (Chooper)

b). Mesolitikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri-cirinya adalah:
– Berburu dan menangkap ikan
– Hidup mulai menetap (semi sedenter) digua-gua (Abris souc Roche)
– Meninggalkan sampah dapur (kjokken moddinger)
– Alat-alat yang digunakan adalah:
a. Kapak gengam (peble)
b. Bache Courte (kapak pendek)

Yang termasuk kebudayaan Mesolitikum adalah
a. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
b. Kebudayaan Bandung
c. Kebudayaan Toala ( Sul-sel)
– Tokoh penemu adalah P.V. Van Stein Callenfels

c). Neolitikum (Zaman Batu Muda)
Ciri-cirinya adalah:
– Merupakan masa revolusi kebudayaan, sebab manusia yang tadinya mengenal food gathering berubah menjadi food producing
– Hidup menetap (Sedenter), dan memiliki tempat tinggal bukan di gua

– Hidup dari bercocok tanam
– Alat-alat yang dipakai berasal dari batu yang sudah dihaluskan dan sempurna
Hasil kebudayaannya adalah:
a. Kapak persegi
b. Kapak Lonjong
Ditemukan di sulawesi selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bengawan Solo. Tokoh Penemunya adalah Van Heine Heldern

d). Megalitikum (Zaman Batu Besar)
Ciri-cirinya adalah:
– Manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar
– Berkembang dari zaman neolitikum sampai zaman perunggu
– Manusia sudah mengenal kepercayaan utamnya animisme
– Peninggalannya berupa:
a. Menhir, yaitu Tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang
b. Waruga, yaitu kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat
c. Dolmen, yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.
d. Punden Berundak-undak, yaitu bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat
e. Sarkofagus, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu bulat (batu tunggal)
f. Kubur Batu, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu pipih
g. Arca, yaitu patung yang menggambarkan binatang atau manusia yang biasanya disembah.

2). Zaman Logam,

yaitu kebudayaan manusia sebagian besar menggunakan benda-benda yang terbuat dari logam atau zaman ketika manusia sudah menggunakan alat-alat kehidupan dengan peralatan yang berasal dari logam. Dibagi menjadi:
a). Zaman Tembaga, adalah zaman ketika manusia mulai mengenal peralatan dari logam
b). Zaman Perunggu, adalah zaman ketika manusia mampu membuat alat-alat dari perunggu. Contohnya:
a. Kapak Corong
b. Nekara
c. Perhiasan perunggu
c). Zaman Besi, yaitu zaman ketika manusia telah dapat mengolah bijih-bjih besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan.
Namun di Indonesia tidak di temukan peninggalan-peninggalan pada masa zaman besi ini. Alasannya adalah besi berkarat dan tentu hilang dimakan usia.

By.Ather

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Megalitik Presepsi Arkologi

makna-simbolisme-megalitik-menurut-arkeologi

Banyak Pandangan Terhadap tradisi megalitik yang telah banyak ditemukan dibeberbagai daerah termasuk pandangan dari beberapa pakar arkeologi yang memeng bebetul telah melakukan eskapasi dan penelitian terhadap tradisi megalitik mitu sendiri.

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Biografi Penulis

Hidup ini merupakan suatu fenomena yang sangat berpengaruh pada dirikita sendiri, suatu hal yang sangat konyol jika tidak mempunyai fenomena kehidupan, satu hal dalam hidup ini berjuang, berusaha dan mempertahankan hidup itu. Panggilanku “Ather” namun sebenarnya nama lengkapnya Ater Budiman sinaga, berbintang ARIES yang lahir pada bulan April 15’84, disebuah dusun jauh dari keramaian di daerah Dolok Sanggul. Banyak Hal yang sangat saya mengert setelah saya bisa bernafas di dunia ini, dilahirkan dari kandungan ibunda tercinta yang mengasuh saya sejak masih berupa janin hingga pada umur saya saat ini.

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

PETA SITUS & RUTE PERJALANAN EKSPEDISI

Peta Lokasi Situs dan Jalur perjalanan/Rute Tim pda saat penelusuran di situs Kota Cina dan pada temuan baru sebaran keramik kuno di Desa kuala Terjun {Pemetaan Via Satelit dengan Alat GPS yang dilakukan oleh Program Pemetaan Digital oleh Museum Virtual Sejarah Kota Medan }

Tinggalkan komentar

Filed under sejarah

Ekspedisi & Penelitian Bersama Arkeolog Inggris

Penelusuran dan kunjungan ke situs kota cina dan penemuan terbaru sebaran keramik di Desa Kuala Terjun

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori